Langsung ke konten utama

Postingan

Karawang Creative Night, Sebuah Persembahan dan Apresiasi

KARAWANG – Event ‘Karawang Creative Night’ tahun 2015 siap dikemas meriah. Selain menyajikan perwajahan khas Kabupaten Karawang dari kondisi sejarah, kekinian dan Karawang kedepan, juga bakal menyuguhkan beragam kegiatan seni budaya yang akan ditampilkan di spot-spot acara di Karawang Central Plaza (KCP). Pemrakarsa kegiatan, Asep Irawan Syafei, yang juga CEO Fakta Jabar Mediatama mengatakan bahwa secara keseluruhan, panitia mencatat ada lebih dari ratusan komunitas seniman dan budaya yang akan terlibat dalam tim kreatif gelaran ‘Karawang Creative Night’ tahun 2015 yang mulai digelar 26 September sampai 27 September. “Dalam gelaran kali ini, ada berbagai macam tim kreatif yang akan terlibat, dari mulai tim kreatif seniman budaya tradisi, kontemporer, modern, kuliner dan lainnya yang akan ikut memeriahkan acara,” katanya. Asep selanjutnya mengatakan bahwa perbedaan lain dalam agenda ‘Karawang Creative Night’ adalah semakin banyaknya acara-acara seni yan...

Resensi Gundam Attack!

Ceritanya, postingan kali ini dalam rangka belajar menulis resensi buku anak, hehe.. Biasanya kalau nulis review buku , saya berpanjang kali lebar, eh ini hanya dibatasi 200 kata. Kenapa hanya 200 kata? hm... gak apa-apa sih, cuman ya pengin aja gitu sesuai dengan standar resensi buku anak yang dimuat di Kompas . Nex, semoga bisa lebih rajin baca dan nulis resensi lagi sayanya :D Oia, sebelum nulis sempet ngintip blognya tetangga soal cara mengirim Resensi Anak Kompas . Di situ dituliskan, karena target resensinya adalah anak-anak, jadi harus menggunakan bahasa yag mudah dimengerti dan tidak terlalu pajang tulisannya. Yoi, ini dia hasil eksperimentnya, langsung aja, ah.. Gumpla! Judul Buku    : Gundam Attack! Penulis        : Wylvera W. & Darryl Khalid Aulia Cetakan    : I, Mei 2015 Tebal        : 140 hal Penerbiit    : Noura Books Ketika membereskan kamar Ciko, ...

Berkaca, Sebuah Muhasabah Diri

berkacalah ia ; pada debu yang mengakrabi jalan, pada selembar daun yang tak kau hiraukan berkacalah ia ; pada bersitatap makna yang lupa dibahasakan, pada kata ikhlas yang susah payah untuk tak kau umbar berkacalah ia ; pada ragam lakon kehidupan, yang menuntut banyak penerimaan dan berkacalah ia ; pada cermin yang tak mampu memantulkan bayangan maka berkacalah ia ; pada tanpa kaca Cikampek, 16032015 dini hari *untuk diri

Sepuluh Muwasofat Tarbiyah

Bismillah... Ahad siang di suatu halaqah, murrabiah saya menyinggung tentang Muwasofat Tarbiyah . Saya sendiri gagal mengingat  apa yang dimaksud oleh murrabiah saya tersebut, padahal di tempat liqo sebelumnya saya pernah menerima materi itu. Duh, dengan menyadari betapa longgarnya ilmu yang mampu saya ikat, semoga duduk melingkar setiap pekan ini  bukan menjadi hal yang tak ada gunanya bagi saya. Jadi teringat kalimat salah satu sahabat Nabi Salallahu ‘alaihi wasalam, Ali bin Abi Thalib. “Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya!” begitu ujarnya. Baiklah, kali ini saya coba berikhtiar dalam belajar. Maka, saya tuliskan materi yang diberikan oleh murrabiah tentang 10 Muwasofat Tarbiyah . Menurut sumber yang saya baca, Muwasofat berasal dari kata wa-sho-fa yang artinya watak atau rupa diri. Sedangkan Tarbiyah secara umum berarti pendidikan. Sedangkan menurut Dr. Ali Abdul Halim Mahmud dalam bukunya yang berjudul Peringkat-Peringkat Tarbiyah Ihwanul Muslimin, menga...

Belajar Syukur Dari Seorang Anak

Bismillahirrahmaanirrohiim. Kali ini saya mau sedikit berbagi cerita tentang salah satu anak yang membuat saya mengerti tentang arti syukur. Bagi beberapa orang yang dekat dengan saya, barangkali sudah mendengar cerita ini langsung dari mulut saya, bahkan cerita ini berulang-ulang saya ceritakan, seakan tak pernah bosan. Suatu hari, kelas kami mendapatkan rezeki. Masing-masing dari kami mendapatkan satu box berisi nasi uduk dan sepotong ayam goreng. Ada salah satu anak didik saya di kelas tiga yang tengah syukuran karena kholas menghafal juz 30. Jadilah pagi itu, usai murodjaah di kelas, kami sarapan bersama dengan nasi box tersebut. Ketika membuka nasi milik saya, seorang anak kelas satu tiba-tiba nongol di samping saung kelas kami. Dengan sapaan dan senyumnya yang khas. “Bu Linaaa,” sapanya sambil membetulkan letak kacamata. “Hei, Assalamu’alaikum. Sudah sarapan belum?” kata saya sambil tersenyum. “Waalaikumsalam. Udaaah, bu,” jawabnya. “Mau nyicip ...

My Wishlist

Beberapa bulan terakhir, saya lumayan banyak berbelanja buku. Sempat syok  ketika menghitung jumlah  buku yang dibeli antara bulan Juli sampai September. Terlebih, rata-rata buku yang saya beli merupakan buku-buku yang hanya memenuhi ‘nafsu’ gila baca saya, tak jauh dari novel-novel dan kumcer saja. Padahal, saya sempat menargetkan untuk mulai rutin membeli buku-buku anak. Terlebih memang jenis buku tersebut yang menurut saya urgent untuk saya miliki guna menunjang program taman baca maupun program lainnya, semisal perpus untuk sekolah-sekolah ‘mimpi’ saya. Karena hal tersebutlah, mulai bulan depan (Oktober 2015) saya akan puasa belanja buku selain buku-buku anak. Jadi intinya, saya hanya boleh membeli buku anak saja, entah itu dongeng, novel anak, kumcer, atau majalah anak-anak. Duh, semoga kuat ya buat gak beli novel, hehe... XD Selama program ini berlangsung (belum diputuskan berjalan berapa lama), saya sih berdoa semoga masih ada buku pinjaman yang bisa saya baca. Mes...

Review Novel Bukan Cinderella: Kadang Cinta Tak Bisa Memilih

Masih inget terakhir baca bukunya Mbak Ifa Avianty yaitu dwilogi Facebook on Love yang berhasil mengaduk-aduk  emosi saya pada saat membacanya. Chapter pertama maupun yang kedua dari buku tersebut sama-sama menghadirkan sekelumit drama rumah tangga dengan segala bumbu-bumbunya. Ditambah dengan gaya penuturan mba Ifa yang berhasil membuat saya jatuh cinta pada tulisannya yang pertama (pertama kali baca tulisan mba Ifa di kumcernya yang berjudul Musim Semi Enggak Lewat Depok).   Nah, kali ini ceritanya saya mau me- review novel Mba Ifa yang judulnya Bukan Cinderella . Novel setebal 215 halaman ini terbitan Noura Books, kalau gak salah dulu namanya penerbit Mizan Media Utama kemudian berganti nama menjadi Noura Books. Buku ini  memberikan catatan rekor bagi pembaca yang agak malas seperti saya, bisa menghatamkan novel ini dalam jangka waktu 3 jam saja.. saking serunya atau emang gak ada kerjaan lain, eh XD (tapi asli novelnya seru :D). ** Bukan Cinderela Apa ...