Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label dunia literasi

Ruang Tersunyi

Ruang Tersunyi Oleh M Irfan Hidayatullah Hayat dan Mamat kembali ke perpustakaan, ruang tersunyi itu. Lumayan masih ada sekitar lima belas menit lagi sebelum masuk kelas, pikir mereka. “Menurutku buku itu terlalu rame,” Mamat mengawali pembicaraan di bangku baca di sudut perpustakaan sekolah yang dikunjungi oleh hanya lima siswa plus penjaga perpus yang terkantuk-kantuk. “Buku mana maksudmu?” tanggap Hayat. “Itu, Druken Monster-nya Pidi Baiq. Kan, tadi kamu ngajak mendiskusikannya?” “Oh, iya… lupa aku… mmmh… aku sepakat. Buku itu bahasanya memang rame. Kita seperti disuguhi sebuah gagasan yang loncat-loncat, tapi mengasyikan. Lucu dan banyak pikiran yang tidak umum. Tapi serame apa pun buku, ia tetap sebuah ruang paling sunyi.” “Nanti dulu…apa katamu tadi?”

Kita dan Budaya Baca-Tulis

Oleh: Lina Astuti (FLP Cabang Karawang) “Ketika duduk di setasiun bis, di gerbong kereta api, di ruang tunggu praktek dokter anak, di balai desa, kulihat orang-orang di sekitarku duduk membaca buku, dan aku bertanya di negeri mana gerangan aku sekarang, Ketika berjalan sepanjang gang antara rak-rak panjang, di perpustakaan yang mengandung ratusan ribu buku dan cahaya lampunya terang benderang, kulihat anak-anak muda dan anak-anak tua sibuk membaca dan menuliskan catatan, dan aku bertanya di negeri mana gerangan aku sekarang,” Hayo, kira-kira siapa yang bisa menjawab pertanyaannya pak Taufiq Ismail dalam puisinya yang berjudul Kupu-kupu Dalam Buku, di negeri mana gerangan aku sekarang? Tempat di mana buku-buku dibaca, di bis, di ruang tunggu rumah sakit, di kereta, di angkot dan tempat-tempat lainnya. Suatu tempat yang toko bukunya ramai orang-orang mengantri membeli, perpustakaan-perpustakaan yang banyak dikunjungi, dan di rumah-rumah mereka memiliki buku-buku untuk dib...