Hari ini saya masih begitu tertatih menuju majlis ilmu. Mengulur waktu ke tempat liqo untuk mampir ke Karang Pawitan terlebih dahulu. Untuk sekedar mengurai rasa rindu kepada tempat itu dan beberapa sahabat yang bisa saya temui di sana. Andai sebelumnya saya tahu, langkah saya yang tertatih menuju masjid Al-khoir, kampus UNSIKA tempat saya liqo kali ini akan memberikan sebuah jawaban, sebaik-baiknya jawaban. Serta mengajarkan hal sederhana yang begitu dalam maknanya. Tentang kata ‘rindu’. Bagaimana cara mengobati rasa yang kata Melly Goeslow sungguh menyiksa. “Belakangan ini, ada satu hal yang sungguh mengganggu hari-hari saya,” Di sesi sharing, seorang ukhti membuka obrolan. “Hampir satu minggu ini saya didera rasa rindu yang akut,” begitu ujarnya lagi. Hm... rindu? Pikiran saya langsung tertuju pada status FB seorang teman tadi pagi. Sebuah kutipan dari buku Tere Liye. Aku harus menyibukkan diri. Membunuh dengan tega setiap kerinduan itu muncul. Ya Tuhan, berat...
Menulis; berbagi ide dan cerita dari rumah