Kehangatan Puncak Dua Guntur, Tragedi di Puncak, dan Keseruan Ketika Turun Gunung (Catatan Guntur bagian 2)
Bermalam di Puncak Dua Guntur yang Hangat Puncak dua gunung Guntur menjelang malam, seusai shalat isya, saya memilih masuk ke dalam tenda. Sebetulnya perut sudah terasa lapar, karena sesampainya di puncak saya hanya makan mie cup, itupun berbagi dengan dua orang teman. Saya merebahkan badan dan ngemil beberapa makanan ringan dan buah kiwi. Tim kami belum ada yang berinisiatif untuk masak, mungkin sama seperti saya, kelelahan setelah kurang lebih delapan jam mendaki gunung Guntur. Ada yang istimewa di puncak dua ini, saya tidak tahu apakah di puncak Guntur yang lain juga kondisinya sama. Guntur yang merupakan gunung api aktif, dari dalam perutnya masih mengeluarkan kawah hangat. Ketika merebahkan badan di dalam tenda, rasa hangat menjalar ke tubuh saya. Karena hal tersebutlah ketika nge camp di puncak gunung kali ini saya tidak membenamkan diri ke dalam sleepingbag . Saya menggunakan sleepingbag sebagai bantal. Beberapa menit sekali saya harus membolak-balikkan badan, me...