Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerita ibu

Kisah Gajah, Belajar Sejarah Islam Lewat Lagu di New Hafiz Junior

Bulan ini baru kesampean beliin anak mainan edukatif yang lagi populer. Awalnya pengin beliin Smart Hafiz yang harganya di atas 2 juta, tapi apalah daya baru mampu beli versi New Hafiz Junior atau Hafiz Doll Junior dengan harga 750 ribu. Itu pun uangnya dari fee ngeblog yang dikumpulkan selama 6 bulan.  Seberjuang itu saya pengin beliin mainan edukatif buat anak. Tapi masih aja ada perasaan enggak enak ketika ada yang nanya berapa harga mainannya. Ada yang samaan sama saya gak, sih? (nyari temen XD). O: Wah, bagus bonekanya. Berapaan? S: 75, Bun. O: 75 rebu? S: hehe.. O: Tujuh rebu lima ratus? S: (nyengir, dalam hati et dah) O: Berapaan sih? S: 750 rb O: Eleuh, 750 rb? Gak salah tuh? S: (bilang iya sambil nunduk) Karena saya males debat dan jelasin panjang lebar, perbincangannya udahan sampai di situ. Karena tahu juga kalau saya dan ibu itu gak sepemahaman soal beliin mainan anak. Ada yang lebih milih beliin anak HP android dibanding 'boneka ngaji-n...

Saya Hamil (lagi)! #CeritaKehamilanAnakKedua

Hamil lagi? Hahaha... Iya, dong! Saya pribadi bahagia pas tahu kalau di dalam perut udah ada calon debay lagi, calon anak kedua kami. Walaupun ada  beberapa orang yang nyayangin karena anak pertama saya, Denji, belum genap 2 tahun waktu itu. Duh, kasihan Denji masih kecil. Nanti repot loh ngurus dua bocah. Ayah Ibunya doyan ya? Dan bla bla bla lainnya yang sejauh ini sih saya anggap suara-suara itu sebagai angin lalu aja.  Soal jarak usia Denji, sebetulnya gak masalah sih menurut saya. InsyaAllah kalau adiknya lahir, usia Denji udah 2 tahun 4 bulan. Jarak aman dan kayaknya banyak kok kakak-adik yang jarak usianya sekitar 2 tahunan. Kalau masalah repot ngurus 2 anak kecil, itu sih tergantung ke pribadinya masing-masing aja ya. Kalau orang bijak mah bilang gini ke saya: iya gak apa-apa, biar repotnya sekalian. Dan saya percaya kalau nanti, berapapun jumlah anaknya, kita akan baik-baik saja menghadapi hidup. Ada Allah yang mengatur semuanya, kok. Sampai tulisan in...

Denji Bilang Permisi

Yang namanya ibu baru punya anak satu, pasti hora-hore banget kalau ada perkembangan pada anaknya. Walau pun hal sederhana, yang bagi orang lain biasa banget malahan, "lah anak gw juga bisa kale". Tapi bagi ibu baru tersebut pasti bikin bahagia dan kadang lupa diri muji terus-terusan, "duh anak gw pinter dan lucu banget sih". Saya termasuk yang exited dengan perkembangan Denji. Walau pun gak bisa seperti beberapa ibu-ibu muda yang rajin upload foto anaknya tiap hari di sosmed. Cerita udah bisa ini dan itu. Saya gak se-eksis itu. Kebanyakan dinikmati sendiri dan jadi bahan obrolan bareng suami atau keluarga terdekat saja. Salah satu yang bikin saya girang banget adalah saat Denji bilang permisi. Suatu hari, lupa tepatnya kapan tapi kata itu terucap ketika dia baru bisa jalan, sekitar usia 15 bulan. Saat saya duduk menghalangi jalan, tiba-tiba keluarlah kata ajaib itu, "misii", hah, anak gw bilang permisi. Spontan saya minggir dan memersilakan si j...

Berpergian Bawa Bayi Enaknya Naik Apa?

Semenjak punya anak, saya males banget pergi-pergian. Mau deket atau jauh sama aja malesnya. Ngebayangin ribetnya bebawaan, apalagi kalau si bayi rewel di jalan, duh, pasti bikin pusing dan gak nyaman banget. Tapi mau gak mau rasa malas itu harus ditepis. Karena keadaan yang mengharuskan. Seperti mudik, pekerjaan, silaturahim, dan piknik (emak butuh piknik XD). Kebetulan anak saya itu tipe yang gak betahan di tempat baru. Ngelihat orang baru dia nangis, apalagi kalau digendong sama orang yang baru dia lihat tersebut. Ada yang bilang sih itu karena orang tuanya gak ngebiasain. Oh, i see, jadi itu salah saya! Ok fine! Akhirnya saya usaha juga untuk menepis rasa malas, tepatnya rasa takut pergi-pergian bawa bayi. Diskusilah saya dengan suami. Mulai dari perjalanan yang penting seperti mudik, enaknya naik apa ya? Bus, kereta, motor, sewa mobil, kapal laut, atau pesawat? (dua kendaraan terakhir diskip ya, soalnya mudiknya cuman Cikampek-Banten) XD. Kereta Api Pengalaman per...

Betah-Gak Betah di Tempat Baru

Sudah mau sebulan saya dan keluarga kecil kami menempati rumah kontrakan di Depok. Kalau lagi ngobrol sama keluarga atau temen deket via telp or chat, yang ditanya pasti Denji betah gak tinggal di tempat baru? Gak ada tuh yang nanya ibunya betah atau enggak, hehe, gak penting juga sih.  Sejauh ini sih Denji betah-betah aja. Gak ada acara nangis minta pulang ke rumah neneknya di Cikampek, atau gak mau bobok kalau gak di kamarnya yang dulu. Semua baik-baik saja selama ada ibu atau ayahnya di samping dia. Ya namanya juga bayi 17 bulan, belum terlalu paham tentang ginian. Cuman beberapa kali dia terlihat sedih pas video call dengan nenek atau kakak-kakak sepupunya di Cikampek. Mungkin dia ada perasaan kangen juga, sama kayak orang dewasa. Jadi flashback waktu awal-awal ngelahirin Denji, saya pernah nanya ke ayahnya. Punya rencana buat pindah rumah gak? Maksudnya pisah rumah sama orang tua dan mulai hidup mandiri. Kalau jawabannya iya, waktu itu saya minta jangan terlalu la...

Me Time yang Diinginkan Seorang Ibu

Me Time yang Diinginkan Seorang Ibu . "Ibu harus punya me time , biar tetap 'waras' dan bahagia." Postingan dengan kalimat tersebut lewat di beranda facebook saya dan otomatis terbaca. Kalau dipikir-pikir, bener juga sih. Seorang ibu harus punya me time . Waktu untuk sejenak keluar dari ketatnya jadwal manggung  ngurus anak, suami, dan rumah. Bukan apa-apa, kerjaan rumah kayaknya kok gak ada habisnya ya. Apalagi bagi ibu yang memiliki balita seperti saya. Seringnya mau pipis aja susah, ditinggal sebentar bayinya udah mewek. Terlebih sekarang anak saya, Denji, lagi posesif-posesifnya. Emaknya gerak menjauh dikit aja matanya langsung siaga, bibirnya langsung ditekuk, dalam hitungan 1..2..3..nangis T.T Gak heran kalau saya sendiri kok ngerasa gak waras ya. Rumah berantakan bawaannya pusing. Apalagi gak ada yang bantuin beberes. Mau beberes kudu nunggu anak tidur. Kadang anak tidur, emaknya ikutan nyenyak lol. Kalau kamar yang berantakan sih masih mend...

Pengalaman Melahirkan Anak Pertama

Pengalaman Melahirkan Anak Pertama . Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih pada diri sendiri, yang awalnya malas buat nulis tapi akhirnya pengalaman melahirkan untuk pertama kali ini ditulis juga di blog. Huhuhu.. #lapKeringatDiDahi Padahal harusnya berterima kasih sama Yang Maha pemberi kekuatan buat nulis dulu ya, siapa lagi kalau bukan Allah. Alhamdulillah ya Allah. Atas cinta-Mu yang tak terhingga :D Oke, mungkin hampir semua wanita yang pernah melahirkan udah menceritakan perpuluh-puluh kali bahkan lebih tentang pengalaman melahirkannya tersebut. Baik secara menyeluruh maupun gak utuh. Secara abis lahiran banyak yang nengokin, mulai dari tetangga, sodara, temen-temen, orang yang kebetulan lewat dan ngeliat ada jemuran popok di teras rumah (lol). Begitu juga dengan saya. Padahal mah hampir udah bosen cerita yang sama berulang-ulang. Tapi ya mau gimana lagi, kan yang jenguknya beda-beda orang. Mau bikin konferensi pers dan minta ditayangin di TV atau youtube biar...

Kalau di Rumah, Anak Paling Deket Sama Siapa?

Ketika menjadi orang tua baru, pernah kepikiran gak, sih, gimana kalau anak kita lebih deket sama orang lain? Saya sih iya. Khawatir malahan. Hal itu yang membuat saya memutuskan untuk tidak bekerja di luar rumah setelah punya anak. Karena menurut saya, anak itu harus deket sama orang tuanya, terutama ibu. Setelah itu, baru deh boleh deket sama yang lainnya seperti ayah, nenek, kakek, uwa, bibi, etc etc. Kalau anak saya, Denji (6 bulan), lebih deket sama siapa? Yang pasti deket sama ibunya dong, napan di awal udah saya jelasin. Gimana enggak deket sama saya, dari pagi membuka mata sampai malem mau bobok yang dilihat ya ibunya. Kalau lagi main (baca= dititipin) sama ayahnya trus saya datang, ayahnya langsung bilang "De, itu sumber air sudah dekat. Sumber kehidupan buat Denji udah datang!" Dengan girangnya kaki Denji meronta-ronta minta digendong ibunya lagi. Baca juga:  Meredakan Batuk-Pilek Pada Bayi Selain ibunya? Nenek! Yup, karena saya masih tinggal sama ...

Meredakan Batuk dan Pilek pada Bayi dengan Cara Tradisional

Beberapa waktu lalu saat baby Denji belum genap berusia 3 bulan, ia terserang bapil alias batuk dan pilek. Emang saat itu di rumah lagi pada batuk; bibinya Denji, kakak-kakak sepupunya yang dititipin di rumah saat umminya ngajar juga lagi batuk. Karena daya tahan tubuh bayi belum seoptimal orang dewasa, akhirnya Denji tertular bapil juga. Mau gimana lagi, emaknya emang kurang tegas menjaga Denji dari jangkauan yang lagi pada bapil. Bawelnya kurang maksimal kali ya, hohoho... Apalagi yang namanya virus bapil bisa ditularkan lewat udara, darat, dan laut. Eh XD Awalnya sempat panik saat lihat Denji kebangun dari tidurnya gegara batuk, dilanjut bersin-bersin, dan ada sedikit lendir mengalir dari hidungnya. Secara ini bapil pertama yang dialami Denji. Di dunia ini ibu mana coba yang tega lihat anaknya sakit? Huhuhu.. #drama Tapi akhirnya ngerti juga, walaupun statusnya sebagai orang tua baru harusnya saya jangan panikan. Kalau anak sakit segera berikan pertolongan pertama. Jangan ...

[Catatan Persalinan] Mengapa Harus Induksi?

Persalinan normal dan tanpa masalah, tentu menjadi idaman para wanita di dunia ini. Segala macam cara dilakukan, mulai dari menjaga pola makan, istirahat yang cukup, pemenuhan nutrisi, dll, dilakukan sebelum persalinan tersebut. Tak terkecuali bagi saya, saya berpatokan kepada mamah yang melahirkan kelima anaknya dengan normal. Namun harapan itu kandas saat kehamilan saya sudah melewati 40 minggu tetapi tanda-tanda akan melahirkan belum juga datang. Bayi dalam kandungan saya sudah melewati usia kehamilan yang seharusnya. Ketika medis menyatakan saya harus mengeluarkan bayi sesegera mungkin, dan induksi menjadi salah satu pilihannya. Namun hati kecil saya masih tak percaya, mengapa harus induksi? Tak bisakah menunggu sebentar saja sampai saya merasakan mulas dan menjalani persalinan tanpa bantuan obat rangsangan tersebut? Meskipun dengan induksi saya masih bisa melahirkan normal (pervaginaan), bukan operasi. Baca juga:  Welcome, Den Junior! Cek kandungan Sepulang dari bid...