Langsung ke konten utama

Rekomendasi Minyak Telon untuk Buah Hati


Ketika bicara tentang aroma bayi, kemungkinan salah satu yang akan langsung terbayang adalah aroma minyak telon yang sangat khas. Hal tersebut dikarenakan minyak telon ini hampir selalu digunakan para ibu untuk menghangatkan tubuh bayinya yang masih menyesuaikan dengan dunia sekitar. Selain itu, biasanya bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan minyak telon merupakan bahan alami yang berkhasiat mengatasi masuk angin atau perut kembung pada bayi. Penggunaan minyak telon ini digunakan sebagai pengganti minyak kayu putih yang tidak bisa bisa diterapkan pada kulit bayi yang sensitif.

Di pasaran sana,  produk minyak telon hadir dalam berbagai merk, pastinya akan membuat ibu bingung saat memilih minyak telon yang bagus untuk sang buah hati. Sebetulnya tidak perlu bingung, karena ada beberapa produk minyak telon yang sudah terbukti dipercaya bertahun-tahun oleh para ibu, diantaranya yaitu:

Minyak Telon My Baby 
Minyak telon hits ini tidak hanya dapat menghangatkan tubuh si kecil saja, tetapi kandungan ekstrak chamomile di dalamnya berkhasiat dapat menenangkan dan membuat anak menjadi lebih rileks. Ketika minyak telon ini dibalurkan pada anak sebelum tidur, bisa membuat anak tertidur lebih pulas. Untuk satu botol minyak berukuran 60 ml biasanya akan dibandrol dengan harga Rp. 18.900.

Minyak Telon Konicare 
Dengan menggunakan minyak telon dari Konicare ini maka akan membantu si kecil terhindar dari gangguan nyamuk dan serangga selama 8 jam. Selain itu juga penggunaan minyak telon dari Konicare ini dapat menghindarkan bayi dari mengalami perut kembung dan masuk angin. Untuk ukuran 125 ml dibandrol dengan harga Rp. 44.000.

Minyak Telon Cap Lang
Jika produk di atas menawarkan perlindungan dari gigitan nyamuk dan serangga selama 8 jam, maka telon dari Cap Lang justru menawarkan perlindungan hingga 10 jam lamanya. Minyak telon Cap Lang ini tidak hanya menawarkan perlindungan saja, tetapi juga dapat menjaga kelembaban kulit bayi berkat kandungan zaitun di dalamnya. Untuk minyak telon dengan ukuran 100 ml dibandrol dengan harga Rp. 33.000.

Minyak Telon Zwitsal 
Minyak telon kekiniaan ini dipercaya dapat meredakan perut kembung pada bayi. Tetapi tidak hanya itu saja, karena penggunaan minyak telon dari Zwitsal juga dapat memberikan rasa hangat dan juga cocok digunakan untuk memijat. Kehangatannya dirasa efektif pada saat minyak telon ini diusapkan pada bagian tertentu seperti dada, perut, punggung, dan juga telapak kaki. Untuk minyak telon dengan ukuran 100 ml dibandrol dengan harga Rp. 31.000. 

Minyak Telon Cussion Baby 
Minyak telon ini merupakan campuran dari beberapa jenis minyak seperti minyak adas, minyak kayu putih, dan minyak kelapa. Berkat kandungan bahan-bahan tersebut,  menjadikan minyak telon ini membuat kulit bayi menjadi lebih lembut dan lembab ketika digunakan. Untuk botol dengan kemasan 60 ml akan dibandrol dengan harga Rp. 17.000. 

Minyak Telon Doodle
Selain merk-merk terkenal di atas, masih ada produk minyak telon yang bagus dan aman di kulit bayi, yaitu dari Doodle. Ini merupakan minyak telon Doodle khas ningrat, karena memang dikemas dengan eksklusif. Dikemas dengan tutup botol fliptop sehingga tidak akan mudah tumpah meski tutupnya sudah dibuka.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Bukan Cinderella: Kadang Cinta Tak Bisa Memilih

Masih inget terakhir baca bukunya Mbak Ifa Avianty yaitu dwilogi Facebook on Love yang berhasil mengaduk-aduk  emosi saya pada saat membacanya. Chapter pertama maupun yang kedua dari buku tersebut sama-sama menghadirkan sekelumit drama rumah tangga dengan segala bumbu-bumbunya. Ditambah dengan gaya penuturan mba Ifa yang berhasil membuat saya jatuh cinta pada tulisannya yang pertama (pertama kali baca tulisan mba Ifa di kumcernya yang berjudul Musim Semi Enggak Lewat Depok).   Nah, kali ini ceritanya saya mau me- review novel Mba Ifa yang judulnya Bukan Cinderella . Novel setebal 215 halaman ini terbitan Noura Books, kalau gak salah dulu namanya penerbit Mizan Media Utama kemudian berganti nama menjadi Noura Books. Buku ini  memberikan catatan rekor bagi pembaca yang agak malas seperti saya, bisa menghatamkan novel ini dalam jangka waktu 3 jam saja.. saking serunya atau emang gak ada kerjaan lain, eh XD (tapi asli novelnya seru :D). ** Bukan Cinderela Apa ...

Sepuluh Muwasofat Tarbiyah

Bismillah... Ahad siang di suatu halaqah, murrabiah saya menyinggung tentang Muwasofat Tarbiyah . Saya sendiri gagal mengingat  apa yang dimaksud oleh murrabiah saya tersebut, padahal di tempat liqo sebelumnya saya pernah menerima materi itu. Duh, dengan menyadari betapa longgarnya ilmu yang mampu saya ikat, semoga duduk melingkar setiap pekan ini  bukan menjadi hal yang tak ada gunanya bagi saya. Jadi teringat kalimat salah satu sahabat Nabi Salallahu ‘alaihi wasalam, Ali bin Abi Thalib. “Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya!” begitu ujarnya. Baiklah, kali ini saya coba berikhtiar dalam belajar. Maka, saya tuliskan materi yang diberikan oleh murrabiah tentang 10 Muwasofat Tarbiyah . Menurut sumber yang saya baca, Muwasofat berasal dari kata wa-sho-fa yang artinya watak atau rupa diri. Sedangkan Tarbiyah secara umum berarti pendidikan. Sedangkan menurut Dr. Ali Abdul Halim Mahmud dalam bukunya yang berjudul Peringkat-Peringkat Tarbiyah Ihwanul Muslimin, menga...

Sekolah di Dalam Hutan

Pencarian Sekolah di Dalam Hutan Siang itu, seusai menggelar aksi penggalangan dana untuk pembangunan masjid Tolikara, Papua, saya dan seorang sahabat meluncur ke tempat tujuan kami selanjutnya. Kami akan mencari ‘sekolah di dalam hutan’. Sebuah pencarian yang sempat gagal pada  perjalanan saya sebelumnya dengan dua orang sahabat yang lain. Saat itu kami tengah mencari lokasi untuk event kegiatan sosial di bidang pendidikan. Namun karena medannya sulit dan kondisi kami pada saat itu cukup kelelahan, maka kami memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan, dan ‘sekolah di dalam hutan’ hanya menjadi sebuah cerita dari mulut ke mulut yang tak mampu kami buktikan benar keberadaanya. Sahabat saya, Teh Ika, selalu antusias ketika menyimak cerita perjalanan kami pada saat itu. Hingga saya dan dia merencanakan sesuatu, bertekad untuk mencari sampai ketemu ‘sekolah di dalam hutan’, sebuah sekolah marginal, yang katanya, akses masuk ke desa tempat sekolah tersebut berada  har...