Langsung ke konten utama

Postingan

Dalam Sakit, Larik Puisi Sapardi Djoko Damono

Bagi pecinta puisi, siapa yang tak kenal dengan Sapardi Djoko Damono (SSD)? Sastrawan yang terkenal dengan puisi-puisinya yang beraliran puitic romantik ini telah mengabdikan puluhan tahun di dunia sastra. Bahkan di usianya yang senja, SSD kerap eksis dalam karya. Saya yang merupakan penikmat puisi juga lantas jatuh cinta dengan puisi-puisi beliau. Baik ketika dinikmati dalam bentuk teks maupun musikalisasi puisi. Salah satu puisi SDD favorit saya adalah yang berjudul Dalam Sakit. Puisi ini memiliki pesan religus yang mendalam, yaitu tentang kematian. Berikut saya tuliskan kembali larik puisi Sapardi, Dalam Sakit: Dalam Sakit Waktu lonceng berbunyi Percakapan merendah Kita kembali Menanti-nanti Kau berbisik Siapa lagi akan tiba Siapa lagi menjemputmu Berangkat berduka Di ruang nan dingin Kita gaib dalam gema Di luar malam hari Mengendap Kekal dalam rahasia Kitapun setia memulai percakapan Kembali Seakan abadi Menanti-nanti Lonceng berbunyi Sastrawan: Sapa...

Perawatan Wajah di Farina Beauty Clinic

Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu saya pergi ke klinik kecantikan. Niat awalnya hanya untuk facial, karena merasa komedo sudah terlalu menumpuk dan menyerah bila hanya menggunakan cara tradisional. Kebetulan juga liburan sekolah baru dimulai, jadi saya rasa gak ada salahnya buat memanjakan diri. Heu.. Setelah tanya beberapa teman yang sering perawatan wajah, akhirnya saya direkomendasikan ke Farina Beauty Clinic, sebuah klinik kecantikan yang cukup terkenal di Karawang dan memiliki beberapa cabang. Alhamdulillah salah satu cabangnya gak begitu jauh dari rumah, bila menggunakan kendaraan umum hanya satu kali naik angkot dengan tarif 3 ribu rupiah. Kliniknya gak begitu besar karena hanya berupa ruko, tapi over all tempatnya lumayan nyaman. Setelah sampai di klinik, saya dilayani oleh resepsionis, ditanya apakah sebelumnya pernah perawatan di situ apa belum. Saya jawab belum. Kemudian ditawarkan untuk jadi member supaya dapat diskon di setiap threatment atau pembelian produk. U...

Tips Menjemur Pakaian Dalam

Bagi semua orang celana dalam (CD) dan bra (khusus bagi wanita) merupakan barang paling pribadi. Ada yang bilang bahwa dua benda tersebut merupakan 'harga diri' bagi masing-masing pemiliknya karena berhubungan dengan organ paling intim. Karena hal tersebutlah, maka selayaknya kita harus memerhatikan etika dan menjaga baik-baik benda pribadi tersebut seperti kita menjaga baik-baik organ intim kita. Dalam hal ini, yang harus diperhatikan adalah pada saat menjemur CD dan bra. Mungkin bagi yang mempunyai rumah sendiri yang dilengkapi dengan loteng atau tempat khusus menjemur pakaian, bisa leluasa menjemur dua benda pribadi tersebut tanpa harus memikirkan bisa merusak pemandangan, misalnya, apalagi sampai dilihat orang atau yang lebih seremnya lagi benda tersebut jadi sasaran orang 'sakit jiwa' alias klepto mania. Namun bagi sebagian orang, terutama para kontraktor dan anak kost, tempat menjemur CD dan bra secara privasi akan sulit didapatkan. Biasanya mereka lebih memi...

Menuju Tiada [Puisi]

Yang tampak abadi pagi ini adalah mendung. Sementara gerimis gigil dalam pandangan. Tanah, pohon, atap, tiang-tiang reklame pasrah disekap basah. Aku telimpuh di atas ubin yang menyecap hikmad dingin. Sebab sajadahku tak kering dicuci air mata kemarin malam. Kepada, O. Engkau, yang diam-diam membawaku pergi. Membuatku tak sempat kembali. Bahkan untuk sekedar bertanya, kemana? Mampukah, O, sampaikan pesanku padanya? : Jangan sedih jika aku tak kunjung kepung lehermu dengan kedua tanganku lagi. Sebab masing-masing dari kita akan didera lupa Kemudian tiada.. Maret 2016

Ketika Aku Kembali

foto dari sini Ba'da maghrib tepat dua bulan yang lalu, langkahku tergopoh dari pintu rumah menuju arah tenggara. Sebuah mushola dengan kubahnya yang tak simetris itu menyambutku dengan riak celoteh lugu anak-anak kampung. Hanya butuh waktu dua menit menggapai tempat itu dengan berjalan kaki. Menyusuri gang sempit dan beberapa belokkan saja dari rumah. Sesampainya di sana, laki-laki setengah baya, bersarung dan surban di pundaknya melemparkan senyum padaku. Mempersilahkanaku masuk ke dalam ruangan dengan puluhan anak. Celoteh mereka memadati ruang tersebut. Membuat laki-laki itu meninggikan suara. Mengalihkan perhatian agar aku bisa memperkenalkan diri. Aku tersenyum. Ada yang tengah aku kenali dalam ruangan itu. Kaca-kaca yang mendominasi dinding, jam dinding dengan motif kaligrafi, dan pemandangan di kanan-kiri ruangan tersebut yang tak banyak berubah. Ya, tak banyak berubah kurun waktu 13 tahun yang lalu. Hanya saja beberapa bagian direnov dan dimodif sehinggaterlihat ...

Outbond Ceria di Taman Buah Mekar Sari

Berkunjung ke taman buah tapi pas gak musim buah? Hi.. Ngapain? Itu pertanyaan yang saya lontarkan ketika sekolah kami akan mengadakan study tour ke Taman Buah Mekar Sari. Bulan Maret memang tidak ada kebun buah di Mekar Sari yang siap panen. Namun kami diberikan pilihan lain, yaitu outbond ceria. Pihak management Mekar Sari menawarkan beberapa paket outbond sesuai dengan usia dan tingkat tantangannya. Maka, kami mengambil paket outbond janur, tunas, dan kelapa. Paket janur untuk TK dan SD kelas 1-2, paket tunas untuk kelas 3-6, dan paket kelapa untuk kelas 6. Melihat dari lokasinya, saya rasa pemilihan nama paket outbondnya: janur, tunas, dan kelapa sudah tepat, mengingat lokasi outbond didominasi oleh pohon-pohon kelapa yang tinggi menjulang. Hal tersebut menunjang peralatan outbond yang rata-rata mengandalkan ketinggian. Sebut saja rintangan jala, jembatan kayu yang bergoyang, jembatan tali, dan tentu saja flying fox. Rintangan tersebut tentu menguji keberanian dan memacu adren...

My Avilla, sebuah novel pencarian Tuhan (review)

Judul buku: My Avilla Penulis: Ifa Avianty Penerbit: Indiva Media Kreasi Tahun Terbit: Cetakan pertama, Februari 2012 Halaman: 184 halaman ISBN: 978 602 8277 49 5 Novel My Avilla Baiklah, ini merupakan novel Mba Ifa kesekian yang saya baca. Kesekian, kok kesannya gak jelas gitu yak? Hihihi.. Tapi yang pasti bagi saya, kalau sudah nemu nama Ifa Avianty di cover buku, sudah tidak ada pertimbangan (selain lagi bokek yak) untuk gak beli bukunya. Ya sukur-sukur dapat pinjaman gitu sih. Hehehe XD Ifa Afianty masuk di daftar penulis favorite saya karena bahasanya ringan dan kekinian, tapi tetap menyelipkan nilai islami. Cerita yang sederhana disulap jadi istimewa dan bikin cengar-cengir bacanya. Nah, untuk bukunya yang satu ini, My Avilla, menurut saya agak sedikit 'berat' dibanding novel-novelnya yang lain. Untung alur ceritanya asik dan halamannya gak terlalu tebal, jadi dalam tiga hari buku ini habis saya baca di sela aktifitas yang lain. Novel My Avilla juga menjaw...