Langsung ke konten utama

Ketipu Agen Asuransi? Jangan Sampai, deh! Pastikan Agen Asuransi Andalan Kita Punya Karakteristik Ini

Asuransi kini sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat modern. Perlindungan untuk diri sendiri, keluarga, dan barang-barang yang kita miliki memang sangat penting. Agar kondisi finansial kita tetap stabil saat kita mengalami kejadian tak terduga.

Gambar: IG @futureadyId

Membahas asuransi tentu tak lengkap bila tidak menyebut agen asuransi. Karena agen asuransi merupakan ujung tombak bagi perusahaan asuransi. Kalau kita mempercayakan pemilihan asuransi melalui agen, berarti kita juga harus memastikan kalau agen asuransi tersebut memiliki karakteristik berikut ini:

1. Sudah Memiliki Lisensi Resmi
Agen asuransi profesional harus memiliki lisensi resmi yang dikeluarkan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Karena lisensi tersebut menunjukkan bahwa sang agen asuransi sudah memiliki pengetahuan memadai seputar asuransi. Kita pun akan sangat terbantu sewaktu memilih asuransi sesuai kebutuhan.

2. Mudah Dihubungi
Jangan sampai agen asuransi hanya mudah dihubungi ketika sedang menawarkan produk asuransi kepada kita. Agen asuransi harus mudah dihubungi setiap waktu untuk menjawab pertanyaan kita tentang asuransi. Sehingga kita juga tidak kesulitan meminta bantuan agen asuransi saat mengajukan klaim di kemudian hari.

3. Memahami Aturan Perencanaan Keuangan
Agen asuransi yang baik tak hanya mampu membujuk kita memilih produk asuransi. Lebih dari itu, proses perencanaan keuangan juga penting saat kita akan mulai berlangganan asuransi. Jangan sampai kondisi finansial kita terbebani akibat asuransi tersebut. Sudah sepatutnya agen asuransi membantu kita untuk menentukan jenis asuransi yang sesuai kebutuhan sekaligus sesuai dengan kondisi finansial kita.

4. Memiliki Banyak Pengalaman
Agen asuransi yang sudah berpengalaman tentu banyak membantu proses klaim dan menghadapi berbagai situasi. Hal penting inilah yang wajib menjadi pertimbangan kita sewaktu memilih agen asuransi. Biasanya agen asuransi yang sudah berpengalaman pasti lebih sigap ketika membantu kita memahami polis, mengajukan klaim, dan melakukan hal-hal penting lainnya.

Jika kita tidak punya kenalan agen asuransi yang kompeten, kita bisa mempercayakan pilihan asuransi di Futuready. Karena Futuready adalah supermarket asuransi online yang memiliki berbagai pilihan asuransi unggulan. Kita tak perlu membuang waktu untuk memilih asuransi. Semua spesifikasinya tersedia secara lengkap di Futuready. Menyiapkan asuransi sesuai kebutuhan kita dan keluarga semakin mudah kalau kita mengandalkan Futuready.

Komentar

  1. Terimakasih ya infonya bermanfaat buat kita semua agar tidak mudah kena tipu agen asuransi bohongan.

    BalasHapus
  2. Aku pernah sih dulu sistem setoran preminya dia kerumah tiap 3 bulan. Awalnya lancar. Terakhirnya nggak disetorin ke kantornya, jadi aku nunggak bbrp bulan. Untung kantornya mau menanggung kerugian jadi mereka yg bayar.

    BalasHapus
  3. Aku sering banget di hubungi buat join asuransi based investasi gitu.. apalagi yang menjanjikan komisi banyak, kalau pilih asuransi memang harus liat track record nya dulu ya biar ujung-ujungnya ga buntung ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, jangan mudah terpengaruh sama rayuan gombalnya aja. Tapi harus lihat2 dulu.

      Hapus
  4. Eh tau nggak Lin, kadang asuransinya udah bagus yang nawarin asuransi yang nggak bagus, soalnya kan pegawai asuransi itu dapat gaji sesuai nasabah. Kadang si pegawai dapat nasabah (misalnya kita nih), eh ditengah jalan dia nggak dapat lagi, bisa resign tu orang. Giliran kita dapat masalah, kita jadi nggak bisa komplen karena pegawainya udah resign.. ngeselin bngt kan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Bukan Cinderella: Kadang Cinta Tak Bisa Memilih

Masih inget terakhir baca bukunya Mbak Ifa Avianty yaitu dwilogi Facebook on Love yang berhasil mengaduk-aduk  emosi saya pada saat membacanya. Chapter pertama maupun yang kedua dari buku tersebut sama-sama menghadirkan sekelumit drama rumah tangga dengan segala bumbu-bumbunya. Ditambah dengan gaya penuturan mba Ifa yang berhasil membuat saya jatuh cinta pada tulisannya yang pertama (pertama kali baca tulisan mba Ifa di kumcernya yang berjudul Musim Semi Enggak Lewat Depok).   Nah, kali ini ceritanya saya mau me- review novel Mba Ifa yang judulnya Bukan Cinderella . Novel setebal 215 halaman ini terbitan Noura Books, kalau gak salah dulu namanya penerbit Mizan Media Utama kemudian berganti nama menjadi Noura Books. Buku ini  memberikan catatan rekor bagi pembaca yang agak malas seperti saya, bisa menghatamkan novel ini dalam jangka waktu 3 jam saja.. saking serunya atau emang gak ada kerjaan lain, eh XD (tapi asli novelnya seru :D). ** Bukan Cinderela Apa ...

Sepuluh Muwasofat Tarbiyah

Bismillah... Ahad siang di suatu halaqah, murrabiah saya menyinggung tentang Muwasofat Tarbiyah . Saya sendiri gagal mengingat  apa yang dimaksud oleh murrabiah saya tersebut, padahal di tempat liqo sebelumnya saya pernah menerima materi itu. Duh, dengan menyadari betapa longgarnya ilmu yang mampu saya ikat, semoga duduk melingkar setiap pekan ini  bukan menjadi hal yang tak ada gunanya bagi saya. Jadi teringat kalimat salah satu sahabat Nabi Salallahu ‘alaihi wasalam, Ali bin Abi Thalib. “Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya!” begitu ujarnya. Baiklah, kali ini saya coba berikhtiar dalam belajar. Maka, saya tuliskan materi yang diberikan oleh murrabiah tentang 10 Muwasofat Tarbiyah . Menurut sumber yang saya baca, Muwasofat berasal dari kata wa-sho-fa yang artinya watak atau rupa diri. Sedangkan Tarbiyah secara umum berarti pendidikan. Sedangkan menurut Dr. Ali Abdul Halim Mahmud dalam bukunya yang berjudul Peringkat-Peringkat Tarbiyah Ihwanul Muslimin, menga...

Sekolah di Dalam Hutan

Pencarian Sekolah di Dalam Hutan Siang itu, seusai menggelar aksi penggalangan dana untuk pembangunan masjid Tolikara, Papua, saya dan seorang sahabat meluncur ke tempat tujuan kami selanjutnya. Kami akan mencari ‘sekolah di dalam hutan’. Sebuah pencarian yang sempat gagal pada  perjalanan saya sebelumnya dengan dua orang sahabat yang lain. Saat itu kami tengah mencari lokasi untuk event kegiatan sosial di bidang pendidikan. Namun karena medannya sulit dan kondisi kami pada saat itu cukup kelelahan, maka kami memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan, dan ‘sekolah di dalam hutan’ hanya menjadi sebuah cerita dari mulut ke mulut yang tak mampu kami buktikan benar keberadaanya. Sahabat saya, Teh Ika, selalu antusias ketika menyimak cerita perjalanan kami pada saat itu. Hingga saya dan dia merencanakan sesuatu, bertekad untuk mencari sampai ketemu ‘sekolah di dalam hutan’, sebuah sekolah marginal, yang katanya, akses masuk ke desa tempat sekolah tersebut berada  har...