Langsung ke konten utama

Me Time yang Diinginkan Seorang Ibu

Me Time yang Diinginkan Seorang Ibu. "Ibu harus punya me time, biar tetap 'waras' dan bahagia." Postingan dengan kalimat tersebut lewat di beranda facebook saya dan otomatis terbaca.

Kalau dipikir-pikir, bener juga sih. Seorang ibu harus punya me time. Waktu untuk sejenak keluar dari ketatnya jadwal manggung ngurus anak, suami, dan rumah. Bukan apa-apa, kerjaan rumah kayaknya kok gak ada habisnya ya.

Apalagi bagi ibu yang memiliki balita seperti saya. Seringnya mau pipis aja susah, ditinggal sebentar bayinya udah mewek. Terlebih sekarang anak saya, Denji, lagi posesif-posesifnya. Emaknya gerak menjauh dikit aja matanya langsung siaga, bibirnya langsung ditekuk, dalam hitungan 1..2..3..nangis T.T

Gak heran kalau saya sendiri kok ngerasa gak waras ya. Rumah berantakan bawaannya pusing. Apalagi gak ada yang bantuin beberes. Mau beberes kudu nunggu anak tidur. Kadang anak tidur, emaknya ikutan nyenyak lol.

Kalau kamar yang berantakan sih masih mending, karena cuman saya, Denji, dan suami yang lihat. Tapi kalau ruang tamu, ruang tv, teras depan, dan teras samping, yang bisa siapa aja yang lihat. Anjir seharian di rumah ngapain aja tuh emaknya Denji. Kali kata orang-orang.

Sejauh ini, masih dalam angan-angan saya tentang me time, kira-kira ini yang akan saya lakukan:

1. Mandi yang lamaaa
Iya pengin mandi yang lama tanpa ada perasaan deg-degan anak bangun, nangis atau yang paling parah jatuh dari tempat tidur. Maklum semenjak lahiran, perasaan kalau mandi jadi kilat banget. Jebur jebur, sabunan bentar, gosok gigi, jebur-jebur, selesai. Entah ini daki udah berapa senti. Wkwkwkwk. Pengin luluran, gosok-gosok kaki, punggung, tangan, berendam air hangat, mandi manjah gitu ampe kinclong dan wangi. Biar pak suami ngeliatnya jadi pangling wkwkwk XD

2. Makan dengan Santai
Makan di luar dengan santai dan masih gak harus diburu-buru. Emak-emak pasti paling hapal gimana repotnya makan. Udah ngambil nasi dan makan beberapa suap tiba-tiba anak nangis, terpaksa ditunda, taunya anak pup, udah selesai ngurus anak lanjut makan, taunya makanannya udah dingin atau ngembang. Kalau lagi apes ikannya udah digondol kucing T.T

3. Bobok nyenyak dan cukup
Tidur semaleman tanpa diganggu suara anak nangis minta nyonyon. Bangun tidur udah seger dan semangat ngurus anak lagi.

4. Belanja
Gak harus keluar rumah buat belanja ini-itu. Bisa belanja online gamis yang diincer, atau beli tas warna kesayangan tanpa harus mikir gonjang-ganjing anggaran biaya rumah tangga aja udah seneng banget. Hehe.

Sejauh ini, itu aja sih me time yang kayaknya asik banget kalau bisa dilakukan. Tapi kadang suka kepikiran, kalau main-main sama Denji dengan Denji yang anteng, gak rewel, gak nangis, ucul-ucul, doyan makan, kita ketawa-ketawa bareng, sesekali bikin foto wefie ibu dan anak yang lucu, rasanya udah cukup bahagia. Karena tujuan me time itu sendiri biar bahagia kan?

Kalau ibuk, me time seperti apa yang diinginkan?

Komentar

  1. aku juga ingin me time, pengen tidur sih

    BalasHapus
  2. Me time gimana ini, anak-anak selalu jadi bagian me time, hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan catatan anaknya lagi gak rewel. Ahahahah XD

      Hapus
  3. Rata-rata pasti "Me Time"-nya adalah bobo/tidur, apalagi bagi seorang wanita karir. Eh, tapi yang IRT juga pasti kepengen hehehe

    BalasHapus
  4. Kalau sudah jadi ibu, hal-hal sederhaa bisa menjadi hal yg berkualitas bagi diri ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup betul banget mba. Mangkanya buat yg masih lajang manfaatkan waktu sebaik2nya. Kalau udah nikah, apalagi punya buntut, udah susah.

      Hapus
  5. nggak cum aibu yang butuh me time.. aku yang singlelillah juga butuh.. hahaha #savesingle

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi.. Setiap orang butuh me time ya mbak:D

      Hapus
  6. Pengen yang poin 2 dan 3

    Kubutuh tidur nyenyak tanpa digangguuu..
    Butuh makan santai biar rasain nikmatnya 😂😂😂

    Ahh pukpuk deh buat emaks, insha Allah masa-masa ini bakal jadi masa me time dalam kenangan kita suatu hari nanti setelah anak-anak dewasa 😊

    BalasHapus
  7. tidur dan belanja jadi andalan banget mba :D

    BalasHapus
  8. Me time yg kubutuhin sederhana aj, Mb: tidurr
    Wkkk

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Bukan Cinderella: Kadang Cinta Tak Bisa Memilih

Masih inget terakhir baca bukunya Mbak Ifa Avianty yaitu dwilogi Facebook on Love yang berhasil mengaduk-aduk  emosi saya pada saat membacanya. Chapter pertama maupun yang kedua dari buku tersebut sama-sama menghadirkan sekelumit drama rumah tangga dengan segala bumbu-bumbunya. Ditambah dengan gaya penuturan mba Ifa yang berhasil membuat saya jatuh cinta pada tulisannya yang pertama (pertama kali baca tulisan mba Ifa di kumcernya yang berjudul Musim Semi Enggak Lewat Depok).   Nah, kali ini ceritanya saya mau me- review novel Mba Ifa yang judulnya Bukan Cinderella . Novel setebal 215 halaman ini terbitan Noura Books, kalau gak salah dulu namanya penerbit Mizan Media Utama kemudian berganti nama menjadi Noura Books. Buku ini  memberikan catatan rekor bagi pembaca yang agak malas seperti saya, bisa menghatamkan novel ini dalam jangka waktu 3 jam saja.. saking serunya atau emang gak ada kerjaan lain, eh XD (tapi asli novelnya seru :D). ** Bukan Cinderela Apa ...

Sepuluh Muwasofat Tarbiyah

Bismillah... Ahad siang di suatu halaqah, murrabiah saya menyinggung tentang Muwasofat Tarbiyah . Saya sendiri gagal mengingat  apa yang dimaksud oleh murrabiah saya tersebut, padahal di tempat liqo sebelumnya saya pernah menerima materi itu. Duh, dengan menyadari betapa longgarnya ilmu yang mampu saya ikat, semoga duduk melingkar setiap pekan ini  bukan menjadi hal yang tak ada gunanya bagi saya. Jadi teringat kalimat salah satu sahabat Nabi Salallahu ‘alaihi wasalam, Ali bin Abi Thalib. “Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya!” begitu ujarnya. Baiklah, kali ini saya coba berikhtiar dalam belajar. Maka, saya tuliskan materi yang diberikan oleh murrabiah tentang 10 Muwasofat Tarbiyah . Menurut sumber yang saya baca, Muwasofat berasal dari kata wa-sho-fa yang artinya watak atau rupa diri. Sedangkan Tarbiyah secara umum berarti pendidikan. Sedangkan menurut Dr. Ali Abdul Halim Mahmud dalam bukunya yang berjudul Peringkat-Peringkat Tarbiyah Ihwanul Muslimin, menga...

Sekolah di Dalam Hutan

Pencarian Sekolah di Dalam Hutan Siang itu, seusai menggelar aksi penggalangan dana untuk pembangunan masjid Tolikara, Papua, saya dan seorang sahabat meluncur ke tempat tujuan kami selanjutnya. Kami akan mencari ‘sekolah di dalam hutan’. Sebuah pencarian yang sempat gagal pada  perjalanan saya sebelumnya dengan dua orang sahabat yang lain. Saat itu kami tengah mencari lokasi untuk event kegiatan sosial di bidang pendidikan. Namun karena medannya sulit dan kondisi kami pada saat itu cukup kelelahan, maka kami memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan, dan ‘sekolah di dalam hutan’ hanya menjadi sebuah cerita dari mulut ke mulut yang tak mampu kami buktikan benar keberadaanya. Sahabat saya, Teh Ika, selalu antusias ketika menyimak cerita perjalanan kami pada saat itu. Hingga saya dan dia merencanakan sesuatu, bertekad untuk mencari sampai ketemu ‘sekolah di dalam hutan’, sebuah sekolah marginal, yang katanya, akses masuk ke desa tempat sekolah tersebut berada  har...