Langsung ke konten utama

Yang Tersayang Memang Gak Boleh Sakit

Beberapa hari ini hujan terus, sampai-sampai cucian tiga hari gak kering-kering. Bukannya gak bersyukur. Hujan kan rahmat ya. Tapi kalau curah hujannya tinggi dan turun dalam waktu yang lama jadi khawatir juga kan.
Sebetulnya ada hal yang lebih saya khawatirkan dibanding cucian, perubahan cuaca kadang bikin orang-orang gampang sakit. Apalagi kalau sistem imunnya gak bagus ditambah gaya hidup yang gak teratur.
Ngomongin gaya hidup yang gak teratur, yang saya inget pertama kali adalah suami. Soalnya kan suami biasa ‘ngalong’ alias kerja malam, sering begadang, dan makannya juga suka gak teratur. Terlebih saya dan suami hubungan jarak jauh, beliau pulang ke rumah setiap akhir pekan. Jadi kesempatan saya buat ngerawat dan ngingetin ini-itu ke suami juga terbatas, paling cuman lewat whatsapp dan telpon.

Saya selalu ngerasa kalau orang-orang terdekat sakit itu enggak enak, bukan semata-mata kita jadi repot ngurusin. Tapi rasa khawatirnya itu lho. Gak tega kan lihatnya. Bener banget kata tageline iklan, kalau yang tersayang gak boleh sakit. Kalau boleh milih, yang ngerasain sakit mending kita aja.

Inget tagline salah satu produk yang iklannya pernah saya lihat dan dengar di TV itu bikin saya nginget-nginget, produknya apa ya? Akhirnya saya coba searching di google dan menemukan artikel menarik tentang cara menjaga kesehatan tubuh dan sistem imun di http://www.serbaherba.com/daya-tahan, di situ saya baru inget kalau produknya itu Stimuno.

Tentang Stimuno

Prodak Stimuno
Stimuno merupakan satu-satunya produk herbal bersertifikat FITOFARMAKA yang digunakan untuk meningkatkan dan memperkuat sistem imun tubuh. Cara kerjanya adalah dengan merangsang tubuh memproduksi lebih banyak antibodi dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh agar daya tahan tubuh bekerja optimal.

Ada 5 keunggulan Stimuno yang hatus diketahui: 
1. Bekerja langsung pada sistem imun
2. FITOFARMAKA teruji klinis, khasiat dan keamnannyA
3. HERBAL erbuat dari ekstrak tanaman meniran (Phyllanthus nirun)
4. AMAN digunakan dalam jangka waktu panjang, jika dikonsumsi sesuai dengan dosis yang ditentukan
5. TERBUKTI dan teruji klinis membantu proses penyembuhan

Setelah saya tanya-tanya, ternyata produk Stimuno ada dua varian. Ada  Stimuno Syrup dan Stimuno Forte yang berbentuk kapsul. Fungsinya sih sama-sama untuk memperbaiki sistem kekebalan tubuh.

Suami dan Stimuno Forte
Akhirnya saya putuskan untuk memberikan Stimuno Forte untuk suami saya. Alhamdulillahnya suami juga gak nolak, soalnya beliau juga sadar dengan kebiasaannya dan perlu asupan lebih untuk daya tahan tubuhnya. Sayanya juga lega karena minum Stimuno setiap hari ternyata aman, karena produk ini berbahan dasar alami atau herbal. Kalau saja saya sedang tidak berbadan dua, saya juga pingin ikut konsumsi biar sama-sama sehat.

Ah, apasih yang lebih membahagiakan dan melegakan dibanding melihat orang-orang tersayang kita sehat?
Jadi, jangan nunggu sampai mereka sakit Penjagaan bisa dimulai saat ini juga, kok. Karena yang tersayang, mana boleh sakit!

Komentar

  1. aku sama anak2 juga kadang minum stimuno, terutama saat lagi nggak fit, berasa banget bedanya kalo minum ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Kemarin juga adik ipar sakit, suami kasih stimunonya buat dia :D

      Hapus
  2. Bener mba musim hujan cucian jadi banyak, kerjaan dobel dobel bolak balik ngepel. Harus jaga stamina ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kerja ekstra, stamina juga harus ekstra ya, mba.. :)

      Hapus
  3. Sepertinya saya butuh Stimuno untuk jaga kondisi tubuh.

    BalasHapus
  4. iya aku juga kasih anakku stimuno kids sirup, untuk daya tahan tubuhnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huum. Apalagi anak2 musim huja gini jadi gampang flu batuk

      Hapus
  5. Stimuno ini kayaknya bagus juga yah.

    BalasHapus
  6. Kayanya musti beli stimuno juga buat jaga2 di rumah,

    BalasHapus
  7. Kerasa banget manfaat stimuno ini. Bagus banget, apalagi di cuaca nggak menentu gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul bgt mba, gampang bapil dan baper. Hehe

      Hapus
  8. Belum pernah nyoba stimuno, beli ah...

    BalasHapus
  9. Di musim yang nggak menentu hujau atau kemarau seperti saat ini, kayaknya emang perlu minum suplemen, ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul bgt masKo. Apalagi kalau banyak aktifitas. Mesti jaga2 biat tetep sehat.

      Hapus
  10. duuh..iya ya, bawaannya khawatir aja klo lihat keluarga sakit. perlu bgt nih stok di rumah

    BalasHapus
  11. Cieeeee syuting KCB yak Mba... Ketika Cucian Bertumpuk hihihi

    BalasHapus
  12. terbuat dari herbal ya, jadi gak gitu khawatir dikonsumsi anak..

    BalasHapus
  13. Duh romantisnya, biarpun LDR mah ngga kalah ya sama yang lain hehehe. Btw, saya baru tahu stimuno ternyata ada yang buat dewasa ya. Selama ini korban iklan stimuno adek2 gemes aja nih tahunya. Hohoho.

    Sipdeh. Semoga dengan rajin konsumsi stimuno, daya tahannya jadi semakin kebal dan bebas penyakit ya, Mbak dan Mbak-suamik.

    BalasHapus
  14. Suamiku jg udh mulai kukompori minum stimuno haaha...trus dia mau.. Seneng dong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.. Tambah seneng kalo pada sehat ya mbaMand

      Hapus
  15. Sirup stimuno yah, betul yg tersayang gak boleh sakit. Saya sngat suka dengan kata kata yang satu ini. Nice

    BalasHapus
  16. Saya selalu baww stimunk kalo traveling

    BalasHapus
  17. saya juga pakai stimuno, anak-anak suka rasanya

    BalasHapus
  18. Sedih kalau yang tersayang sampai sakit ya mba :(

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Bukan Cinderella: Kadang Cinta Tak Bisa Memilih

Masih inget terakhir baca bukunya Mbak Ifa Avianty yaitu dwilogi Facebook on Love yang berhasil mengaduk-aduk  emosi saya pada saat membacanya. Chapter pertama maupun yang kedua dari buku tersebut sama-sama menghadirkan sekelumit drama rumah tangga dengan segala bumbu-bumbunya. Ditambah dengan gaya penuturan mba Ifa yang berhasil membuat saya jatuh cinta pada tulisannya yang pertama (pertama kali baca tulisan mba Ifa di kumcernya yang berjudul Musim Semi Enggak Lewat Depok).   Nah, kali ini ceritanya saya mau me- review novel Mba Ifa yang judulnya Bukan Cinderella . Novel setebal 215 halaman ini terbitan Noura Books, kalau gak salah dulu namanya penerbit Mizan Media Utama kemudian berganti nama menjadi Noura Books. Buku ini  memberikan catatan rekor bagi pembaca yang agak malas seperti saya, bisa menghatamkan novel ini dalam jangka waktu 3 jam saja.. saking serunya atau emang gak ada kerjaan lain, eh XD (tapi asli novelnya seru :D). ** Bukan Cinderela Apa ...

Sepuluh Muwasofat Tarbiyah

Bismillah... Ahad siang di suatu halaqah, murrabiah saya menyinggung tentang Muwasofat Tarbiyah . Saya sendiri gagal mengingat  apa yang dimaksud oleh murrabiah saya tersebut, padahal di tempat liqo sebelumnya saya pernah menerima materi itu. Duh, dengan menyadari betapa longgarnya ilmu yang mampu saya ikat, semoga duduk melingkar setiap pekan ini  bukan menjadi hal yang tak ada gunanya bagi saya. Jadi teringat kalimat salah satu sahabat Nabi Salallahu ‘alaihi wasalam, Ali bin Abi Thalib. “Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya!” begitu ujarnya. Baiklah, kali ini saya coba berikhtiar dalam belajar. Maka, saya tuliskan materi yang diberikan oleh murrabiah tentang 10 Muwasofat Tarbiyah . Menurut sumber yang saya baca, Muwasofat berasal dari kata wa-sho-fa yang artinya watak atau rupa diri. Sedangkan Tarbiyah secara umum berarti pendidikan. Sedangkan menurut Dr. Ali Abdul Halim Mahmud dalam bukunya yang berjudul Peringkat-Peringkat Tarbiyah Ihwanul Muslimin, menga...

Sekolah di Dalam Hutan

Pencarian Sekolah di Dalam Hutan Siang itu, seusai menggelar aksi penggalangan dana untuk pembangunan masjid Tolikara, Papua, saya dan seorang sahabat meluncur ke tempat tujuan kami selanjutnya. Kami akan mencari ‘sekolah di dalam hutan’. Sebuah pencarian yang sempat gagal pada  perjalanan saya sebelumnya dengan dua orang sahabat yang lain. Saat itu kami tengah mencari lokasi untuk event kegiatan sosial di bidang pendidikan. Namun karena medannya sulit dan kondisi kami pada saat itu cukup kelelahan, maka kami memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan, dan ‘sekolah di dalam hutan’ hanya menjadi sebuah cerita dari mulut ke mulut yang tak mampu kami buktikan benar keberadaanya. Sahabat saya, Teh Ika, selalu antusias ketika menyimak cerita perjalanan kami pada saat itu. Hingga saya dan dia merencanakan sesuatu, bertekad untuk mencari sampai ketemu ‘sekolah di dalam hutan’, sebuah sekolah marginal, yang katanya, akses masuk ke desa tempat sekolah tersebut berada  har...