Langsung ke konten utama

Yang Memanggilku…


Bismillahirrahmaanirrahiim..

Sebelumnya maaf ya kalau tulisan ini gak penting, hehe.. :D

Entahlah, saya gak pernah nanya ke yang ngasih nama saya, Lina Astuti opo artinya? Kayak orang-orang tuh, misalnya dikasih nama Siti Khadijah biar akhlaknya, kayanya, sabarnya kayak bunda Khadijah binti Khuwailid. Kan katanya nama adalah do’a, tapi saya yakin kalau ortu saya punya alasan tersendiri ngasih nama saya, pastinya gak asal nyomot aja, iya pasti itu! (walaupun sebenernya pengen nanya, ma, pa, artinya apaan sih? Tapi gak usah deh dari pada jawabannya ngecewain *loh? Heheh..)

Ada beberapa nama panggilan untuk saya dari orang-orang yang mengenal saya, diantaranya adalah… (baca sampai abis ya…maksa! :P)

Menut, ini panggilan kecil dari keluarga. Awalnya cuman panggilan olok-olokan dari teteh-teteh saya. “Eh, dasar kue menut!” kata teteh kalo lagi ngambek. Menut itu sebenernya nama kue, sejenis kue basah atau jajanan pasar gitu, warnanya pink, pakai gula, pake parutan kelapa dan kalau gak salah terbuat dari tepung kanji, rasanya enak agak kenyal-kenyal manis gitu deh, kayak saya lah manisnya ;p hihih ^^ Tapi lama-lama jadi panggilan kesayangan

‘Na, ini saya yang meng ‘ena’kan diri sendiri kalau lagi ngomong sama orang lain. “kalau ‘Na sih,,,” orang lain jadi ketular manggil saya ena atau ‘na.

Te’na, awalnya cuman adek yang manggil te’ena, singkatan dari teteh ‘na. beberapa temen SMA juga ada yang panggil te’na, yang mempopulerkan nama te’na di kalangan temen SMA ini sahabat saya namanya Euis Nurhayati, sampai sekarang ada yang keterusan manggil te’na, seperti Dais, mbak Mel, Mbancy, teh Ika dan beberapa adik kelas.

Na Astuuut, ini kerjaan kembaran saya di kelas IPA 1, namanya Lina doang (hagshags, maklum katanya orang jawa namanya irit :D). karena nama kita kembar sama-sama Lina, jadi dia panggil ‘na astuuut (dengan u yang panjang). Lalu guru Fisika kelas 2 juga ngasih nama panggilan yang rada-rada mirip, na ngastut, dan satu lagi temen FB (mas Adi III) manggil Astuut.

Na Ast, waktu SMA suka pake inisial ini di buku atau di tulisan yang dikirim ke mading sekolah. Awal punya fb juga pake nick name ini, sampe2 penulis senior FLP sekaligus kartunis Pakde Nassirun Purwokartun pernah bilang, “ Ya, namamu naas, biar gak naas”, dan asiknya setelah nama fb diganti dengan Lina Astuti,  pakde Nas tetap inget dengan nama Naast itu, “Iya, soalnya nama kita sama, sama-sama naas, hehehe..” begitu ujar beliau.

Lina Lolo, kalau yang ini panggilan dari Bang Fiyan Arjun. Gak tau awalnya kenapa, dan apa pula itu LOLO? Mungkin karena saya agak lola (loading lama) atau mungkin juga LOLO itu artinya lucu dan ngegemesin, hayo bangfy ngaku aja deh aku ini emang lucu kan? Hehe.. pede bgt ^^

Naku, beberapa temen flp Karawang yang manggil dengan sebutan Naku. Soalnya saya suka manggil mereka dengan ‘tetehku tetehku..’ (pertama dipopulerkan oleh t’Rini, temen di san**ka). Tapi bagus juga, suka banget kalau teh Een atau teh Alin panggil dengan nama Naku ^^.

Ibuk, dulu kan lagi musim tuh orang pake kata ..bu di belakang kalimatnya (missal: mau kemana, buuu?) meskipun nanyanya ke cowok, wkwkwk..parah ya pemakaian bahasa kita :p
Yang panggil dengan sebutan ini adalah my LDF (long distance friendship) sahabat pena saya dari semenjak SMA, namanya Eureka, saya panggil dia pak Eru. Katanya kalau di pekanbaru manggilnya itu ‘ibuk’ bukan ‘ibu’

Eceu Lina Sendal jepit, hagshagshags :D yang ini asli gue banget gitu. Tau sendiri kan saya suka bawa-bawa nama persendal jepitan, entah karena apa awalnya saya emang suka sama sandal jepit, bahkan pernah juga pas jamannya friendster pake nick name Sendal Jepit Forever, hwkwkwk..asli gokil (tapi keren ^^)
Yang panggil pake nama ini yaitu mamang kelinci alias kang Rifki Muhammad Firdaus, ketua FLP Purwakarta.

Selain itu ada juga yang panggil neng na, neng lina, dek, dede (ih, yang ini sok imut banget sayah :p), nana dan nama-nama lainnya.

Nama panggilan  yang kalian sematkan untuk saya di atas, saya sukasemuanya. Yang gak suka itu orang yang biasanya manggil ‘na terus ganti jadi manggil Lina, rasanya jadi ada sesuatu yang beda gitu, jadi terkesan jauh gitu deh (halah opo?:p)

Kata Rasulullah saw, panggillah seseorang dengan nama kesukanannya ^^
Hihihi..udahan dulu ah, cukup sekian membincang nama saya di kesempatan siang kali ini.
Semoga harimu indah dan barokah. Akhirulkata mari kita baca istighfar dan do’a kifaratulmajlis.
Wassalamu’alaykum warahmatullah…
See u ^^
(geje banget kan?)

Komentar

  1. hehehe...
    mbak jari jari, i muss u ^^

    BalasHapus
  2. hahhahaha...klo gua kan mangggil lu..s.... :D
    *ssttt..hanya kita berdua yg tau.

    BalasHapus
  3. kalo gitu,aku manggilnya teh Lina esje aja ya... hehe.. (esje=SJ=Sendal Jepit) ^_^
    *Kabur ah... takut yang punya marah :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Bukan Cinderella: Kadang Cinta Tak Bisa Memilih

Masih inget terakhir baca bukunya Mbak Ifa Avianty yaitu dwilogi Facebook on Love yang berhasil mengaduk-aduk  emosi saya pada saat membacanya. Chapter pertama maupun yang kedua dari buku tersebut sama-sama menghadirkan sekelumit drama rumah tangga dengan segala bumbu-bumbunya. Ditambah dengan gaya penuturan mba Ifa yang berhasil membuat saya jatuh cinta pada tulisannya yang pertama (pertama kali baca tulisan mba Ifa di kumcernya yang berjudul Musim Semi Enggak Lewat Depok).   Nah, kali ini ceritanya saya mau me- review novel Mba Ifa yang judulnya Bukan Cinderella . Novel setebal 215 halaman ini terbitan Noura Books, kalau gak salah dulu namanya penerbit Mizan Media Utama kemudian berganti nama menjadi Noura Books. Buku ini  memberikan catatan rekor bagi pembaca yang agak malas seperti saya, bisa menghatamkan novel ini dalam jangka waktu 3 jam saja.. saking serunya atau emang gak ada kerjaan lain, eh XD (tapi asli novelnya seru :D). ** Bukan Cinderela Apa ...

Sepuluh Muwasofat Tarbiyah

Bismillah... Ahad siang di suatu halaqah, murrabiah saya menyinggung tentang Muwasofat Tarbiyah . Saya sendiri gagal mengingat  apa yang dimaksud oleh murrabiah saya tersebut, padahal di tempat liqo sebelumnya saya pernah menerima materi itu. Duh, dengan menyadari betapa longgarnya ilmu yang mampu saya ikat, semoga duduk melingkar setiap pekan ini  bukan menjadi hal yang tak ada gunanya bagi saya. Jadi teringat kalimat salah satu sahabat Nabi Salallahu ‘alaihi wasalam, Ali bin Abi Thalib. “Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya!” begitu ujarnya. Baiklah, kali ini saya coba berikhtiar dalam belajar. Maka, saya tuliskan materi yang diberikan oleh murrabiah tentang 10 Muwasofat Tarbiyah . Menurut sumber yang saya baca, Muwasofat berasal dari kata wa-sho-fa yang artinya watak atau rupa diri. Sedangkan Tarbiyah secara umum berarti pendidikan. Sedangkan menurut Dr. Ali Abdul Halim Mahmud dalam bukunya yang berjudul Peringkat-Peringkat Tarbiyah Ihwanul Muslimin, menga...

Sekolah di Dalam Hutan

Pencarian Sekolah di Dalam Hutan Siang itu, seusai menggelar aksi penggalangan dana untuk pembangunan masjid Tolikara, Papua, saya dan seorang sahabat meluncur ke tempat tujuan kami selanjutnya. Kami akan mencari ‘sekolah di dalam hutan’. Sebuah pencarian yang sempat gagal pada  perjalanan saya sebelumnya dengan dua orang sahabat yang lain. Saat itu kami tengah mencari lokasi untuk event kegiatan sosial di bidang pendidikan. Namun karena medannya sulit dan kondisi kami pada saat itu cukup kelelahan, maka kami memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan, dan ‘sekolah di dalam hutan’ hanya menjadi sebuah cerita dari mulut ke mulut yang tak mampu kami buktikan benar keberadaanya. Sahabat saya, Teh Ika, selalu antusias ketika menyimak cerita perjalanan kami pada saat itu. Hingga saya dan dia merencanakan sesuatu, bertekad untuk mencari sampai ketemu ‘sekolah di dalam hutan’, sebuah sekolah marginal, yang katanya, akses masuk ke desa tempat sekolah tersebut berada  har...