Langsung ke konten utama

Postingan

Semangat Pahlawan, Semangat Pembelajar

Mengutip kata-kataAnis Matta, bahwa semangat kepahlawanan dan kekuatan cinta adalah sumber energi yang mendorong kita untuk terus menerus memberi, untuk berkontribusi tanpa henti dalam menciptakan taman kehidupan yang indah. Dalam kehidupan sehari-hari, semangat kepahlawanan tercermin dalam diri seorang ibu, sebab hal tersebutlah yang mendorong ia tak pernah lelah memberi sesuatu kepada buah hatinya, berupa cinta dan kasih sayang. Sejalan dengan hal tersebut, seorangibu sudah seharusnya menambah kapasitas dirinya, baik berupa kemampuan dalam melakukan pekerjaan rumah maupun ilmu pengetahuan lainnya, sebab ibu adalah madrasah pertama bagi anaknya. Sedangkan jiwa kepahlawanan dan cinta seorang ayah mendorong ia untuk melakukan yang terbaik untuk keluarganya. Menyiapkan diri  agar ia menjadi orang yang menpunyai nilai demi mengemban amanat memberi nafkah pada keluarga. Seorang guru juga demikian, ia harus senantiasa terus belajar agar bisa memberi/mengajar murid-muridnya. Bahw...

Kerudung Walimah Syar'i: Memilih Sendiri Model Kerudung di Hari Spesial

Linaastuti.com . Bagi yang berteman dengan saya di media sosial facebook dan instagram, mungkin sudah pernah melihat foto-foto walimahan saya, Ahad 9 Oktober 2016, berseliweran di beranda. Baik yang diopload teman-teman, saudara, maupun oleh saya dan suami. Pada postingan kali ini saya mau bercerita sedikit tentang kerudung yang saya kenakan di hari spesial tersebut. Kerudung warna putih untuk akad, dusty pink, dan ungu pastel. Langsung saja ya ceritanya.. Jauh-jauh hari sebelum bertemu dengan suami, layaknya seperti wanita lainnya tentu saya juga punya mimpi tentang pernikahan. Berharap moment spesial seumur hidup itu akan tambah berkesan jika sesuai dengan harapan. Mimpi saya tentang konsep pernikahan tidaklah wah bak putri raja, dari awal saya tidak menginginkan kemewahan apalagi yang berbau glamor. Mimpi pernikahan saya adalah: sederhana. Terutama sederhana untuk riasan pengantin, dalam hal ini saya bicara tentang kerudungnya. 24 Juli 2016, Muhamad Jaeni, waktu itu masih calon...

Alasan Kenapa Saya Lebih Memilih Belanja Online

Gambar dari Instagram Bliblidotcom Linaastuti.com . Bagi saya yang enggak betah berlama-lama di pasar, kehadiran  Toko online  memang sangat membantu. Terlebih semenjak kejadian beberapa tahun lalu saat tiba-tiba saya  smaput dan hampir pingsan gegara diajak muter-muter sama mama di pasar buat belanja.  Tahu sendiri perempuan kalau udah tawar-menawar kan lamanya minta ampun. Udah mah nawarnya kadang gak pake perasaan.. Kalau udah nawar murah terus gak dikasih, pake drama pura-pura ninggalin toko kemudian nunggu dipanggil lagi sama mba SPG-nya. Wkwkwk... XD Nah hal itu juga yang dilakukan mama saya sampai anaknya kecapekan, panas dingin, dan hampir pingsan hehe.. ah, pokoknya saya gak suka berlama-lama di pasar. Sumpek, panas, bikin pusing dan capek. Kalaupun harus belanja ke pasar, ya seperlunya aja. Tapi sekarang kan zaman udah maju. Apa-apanya bisa dilakukan dengan mudah. Banyak hal yang bisa dilakukan dengan cara online, termasuk berbelanja. Seper...

Ngeblog Abnormal

Akhir-akhir ini ngeblog dengan gaya 'abnormal', tanpa gambar yang disertakan di setiap postingan dan rasanya blog terlihat acak-acakan. Ya, mau gimana lagi. Beberapa bulan kedepan harus bisa tahan dengan kondisi ini.  Hal ini berawal dari laptop yang gak bisa buat online, android juga angot-angotan ikut gak bisa kalau posting gambar di blog. Hasilnya bisa dilihat sendiri, liputan kegiatan tanpa gambar, kayak hoax aja kan jadinya XD hehehe.. Tapi apapun, harusnya tetap semangat nulis. Ya, enggak? :D Nulis apa aja yang penting blog gak dianggurin. Lama-lama dibiarin tanpa update postingan ntar malah disarangin laba-laba :p Lina Astuti (Yang udah gak galau :P)

Hotel Impian di Kaki Gunung Ciremai

Bulan Oktober tinggal hitungan hari. Beberapa pekan menjelang hari spesial, beberapa teman dan partner kerja bilang katanya saya masih saja terlihat santai. Enggak terlihat sibuk ngurus ini-itu. Hehe.. Padahal itu hanya yang mereka lihat. Aslinya saya mulai preapare mulai dari H-2 bulan sebelum pernikahan. Ahai.. Akhirnya nyebutin kata itu juga :D Sebetulnya bukan tidak sibuk, hanya saja saya mencoba mengambil porsi yang seharusnya. Melakukan persiapan di waktu dan tempat yang tepat. Misalkan saja saya gak sibuk ngurusin persiapan nikah pas di tempat kerja. Di tempat kerja orang lain ya tahunya saya kerja, bukan sibuk ngerjain hal yang lain. Selain itu juga saya mencoba mengatur ketegangan yang mungkin terjadi menjelang hari-H. Saya mencoba rilex mempersiapkan segala halnya tanpa ada beban. Dibuat enjoy aja biar gak stress. Karena jujur aja, ternyata nikah itu butuh persiapan yang ekstra. Apalagi saya dari pihak perempuan yang harus menyiapkan acara resepsi dll. Tak jarang di wa...

Diskusi Buku "Habibie The Serries"

Minggu pagi pertama di bulan Agustus saya menghadiri acara bincang buku “Habibie the Serries” di Aula Museum Bank Mandiri, Kota Tua, Jakarta (7/8/2016). Bincang buku ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan memperingati hari ulang tahun Baharudin Jusup Habibie (BJ Habibie) yang ke-80. Seperti yang kita tahu, BJ Habibie yang terkenal sebagai pencipta pesawat terbang ini merupakan Presiden Indonesia ke-3. Kiprahnya sebagai orang nomor satu di Indonesia memang terbilang singkat, hanya 512 hari, namun hal tersebut tak menepis anggapan bahwa BJ Habibie merupakan salah satu orang yang berjasa besar pada negeri ini. Acara yang digagas oleh Forum Lingkar Pena (FLP) yang tergabung dalam Friends of Mandiri Museum ini bekerja sama dengan The Habibie Center, Penerbit Tiga Serangkai, Museum Bank Mandiri, Bank Mandiri, dan Lembaga Kursus Bahasa Asing Euro Management. Kegiatan ini terbagi menjadi dua sesi. Pada kesempatan kali itu saya mengahadiri sesi pertama dengan tema diskusi...

Dalam Sakit, Larik Puisi Sapardi Djoko Damono

Bagi pecinta puisi, siapa yang tak kenal dengan Sapardi Djoko Damono (SSD)? Sastrawan yang terkenal dengan puisi-puisinya yang beraliran puitic romantik ini telah mengabdikan puluhan tahun di dunia sastra. Bahkan di usianya yang senja, SSD kerap eksis dalam karya. Saya yang merupakan penikmat puisi juga lantas jatuh cinta dengan puisi-puisi beliau. Baik ketika dinikmati dalam bentuk teks maupun musikalisasi puisi. Salah satu puisi SDD favorit saya adalah yang berjudul Dalam Sakit. Puisi ini memiliki pesan religus yang mendalam, yaitu tentang kematian. Berikut saya tuliskan kembali larik puisi Sapardi, Dalam Sakit: Dalam Sakit Waktu lonceng berbunyi Percakapan merendah Kita kembali Menanti-nanti Kau berbisik Siapa lagi akan tiba Siapa lagi menjemputmu Berangkat berduka Di ruang nan dingin Kita gaib dalam gema Di luar malam hari Mengendap Kekal dalam rahasia Kitapun setia memulai percakapan Kembali Seakan abadi Menanti-nanti Lonceng berbunyi Sastrawan: Sapa...